Jumat, 15 Oktober 2010

Dampak Terhadap Komponen Lingkungan Fisik

ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN

DAMPAK TERHADAP KOMPONEN LINGKUNGAN FISIK

Dampak kegiatan budidaya ubi kayu terhadap lingkungan fisik disebabkan oleh kegiatan budidaya tanaman yang bersifat mono kultur. Dampak budidaya tanaman yang berskala besar terhadap lingkungan fisik diantaranya adalah meningkatnya laju erosi tanah (terutama pada tahap konstruksi/persiapan lahan) dan menurunnya tingkat kesuburan tanah pada tahap pasca konstruksi sebagai akibat dari pembudidayaan yang kurang intensif. Penurunan kesuburan tanah terutama disebabkan oleh rakusnya tanaman ini terhadap unsur hara tanah jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Besarnya dampak penurunan kesuburan tanah ini masih digolongkan tidak penting, karena skala usaha proyek ini hanya 25 ha untuk satu kelompok tani. Penggunaan pupuk organik dan setiap habis panen mengembalikan kembali cacahan sisa tanaman, merupakan upaya untuk mempertahankan struktur tanah yang baik, disamping pemberian pupuk buatan untuk menjaga kesuburan lahan.

Kendati pun dampak kegiatan budidaya ini berdampak tidak penting terhadap komponen lingkungan fisik, namun untuk menghindari terjadi akumulasi dampak (bahkan jika dikembangkan dalam skala besar) perlu diupayakan pengelolaan lingkungannya seperti sistem persiapan lahan yang baik, pemupukan yang tepat, dan pengelolaan sistem tanam yang cenderung mono kultur sepanjang tahun, namun dilakukan secara tumpang gilir.

Diadakan rotasi tanaman, atau dipergunakannya pola tanam tumpang sari dengan tanaman kacang-kacangan sangat dianjurkan dalam upaya menjaga kesuburan lahan.

DAMPAK TERHADAP KOMPONEN FLORA

Dampak kegiatan budidaya terhadap komponen flora hanya terjadi sebagai akibat dari kegiatan persiapan lahan. Hilangnya ekosistem flora, terutama pada lahan hutan primer/sekunder bisa terjadi sebagai akibat pembukaan lahan berskala besar. Oleh karena proyek ini berskala kecil maka dampak terhadap komponen flora tergolong tidak penting.Berdasarkan skala usaha yang akan dikembangkan dan prakiraan dampak yang mungkin terjadi, sebagaimana diuraikan di atas, pengembangan budidaya ubi kayu pola PKT untuk usaha kecil dan menengah tidak perlu mempersyaratkan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN

DAMPAK TERHADAP KOMPONEN LINGKUNGAN FISIK

Dampak kegiatan budidaya ubi kayu terhadap lingkungan fisik disebabkan oleh kegiatan budidaya tanaman yang bersifat mono kultur. Dampak budidaya tanaman yang berskala besar terhadap lingkungan fisik diantaranya adalah meningkatnya laju erosi tanah (terutama pada tahap konstruksi/persiapan lahan) dan menurunnya tingkat kesuburan tanah pada tahap pasca konstruksi sebagai akibat dari pembudidayaan yang kurang intensif. Penurunan kesuburan tanah terutama disebabkan oleh rakusnya tanaman ini terhadap unsur hara tanah jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Besarnya dampak penurunan kesuburan tanah ini masih digolongkan tidak penting, karena skala usaha proyek ini hanya 25 ha untuk satu kelompok tani. Penggunaan pupuk organik dan setiap habis panen mengembalikan kembali cacahan sisa tanaman, merupakan upaya untuk mempertahankan struktur tanah yang baik, disamping pemberian pupuk buatan untuk menjaga kesuburan lahan.

Kendati pun dampak kegiatan budidaya ini berdampak tidak penting terhadap komponen lingkungan fisik, namun untuk menghindari terjadi akumulasi dampak (bahkan jika dikembangkan dalam skala besar) perlu diupayakan pengelolaan lingkungannya seperti sistem persiapan lahan yang baik, pemupukan yang tepat, dan pengelolaan sistem tanam yang cenderung mono kultur sepanjang tahun, namun dilakukan secara tumpang gilir.

Diadakan rotasi tanaman, atau dipergunakannya pola tanam tumpang sari dengan tanaman kacang-kacangan sangat dianjurkan dalam upaya menjaga kesuburan lahan.

DAMPAK TERHADAP KOMPONEN FLORA

Dampak kegiatan budidaya terhadap komponen flora hanya terjadi sebagai akibat dari kegiatan persiapan lahan. Hilangnya ekosistem flora, terutama pada lahan hutan primer/sekunder bisa terjadi sebagai akibat pembukaan lahan berskala besar. Oleh karena proyek ini berskala kecil maka dampak terhadap komponen flora tergolong tidak penting.Berdasarkan skala usaha yang akan dikembangkan dan prakiraan dampak yang mungkin terjadi, sebagaimana diuraikan di atas, pengembangan budidaya ubi kayu pola PKT untuk usaha kecil dan menengah tidak perlu mempersyaratkan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=10916&idrb=40901

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar